• L3
  • Menu Kiri 1
  • Menu Kiri 2
  • Menu Kanan 1
  • Menu Kanan 2

Medi Komputer

tutorial komputer service merakit laptop dan cara merawat komputer

  • Home
  • Tutor Seo
    • Meta
    • Do follow
    • Generator
    • Alexa
    • Friendly
    • Rangking
    • Search Engine
    • Traffic
    • Sitemap
    • Bing
    • Google
    • Webmaster
    • Pengunjung
    • Google Panda
    • Pengunjung
  • Template
    • Blogger
    • Wordpress
    • Joombla
    • Magazine
    • Template Seo
    • By Kolom
    • Template Toko
  • Widget
    • Sidebar
    • Alexa
    • Iklan
    • Pasang
  • Gadget
    • Harga
    • Android
    • Blackberry
    • Samsung
    • Iphone
    • Nokia
    • Imo
    • Symbian
    • Tablet
    • Smartphone
    • Sony
  • Trik Gratis
    • Internet Gratis
    • Inject
    • SSH
  • Operator
    • Telkomsel
    • Indosat
    • Smartfren
    • Three 3
    • Axis
    • Modem
    • Paket
  • Laptop
    • Thosiba
    • Axio
    • Asus
    • Acer
    • Lenovo
    • Apple
    • Dell
  • Materi Kampus
    • Kampus
    • Teknik Informatika
    • Sistem Informasi
    • Belajar PHP
    • Belajar Database
    • Belajar Sql
    • Belajar Program
    • Belajar Algoritma
    • Belajar Binary
    • Belajar HTML
    • Belajar Java Script
    • Belajar Sql
    • Belajar CSS
    • Belajar Jquery
    • Belajar Praggaming
    • Belajar CMS
    • Belajar Sql
    • Bab Kuliah
    • Materi Kuliah
    • Skripsi
Home » Hacker-news » Unix: Dasar hacking modern

Unix: Dasar hacking modern

 Common spirit, sebuah bahasa slang mulai berkembang di Massachusetts  Institute of Technology (MIT) sejak tahun 1961. Dengandibangunnya  Arpanet yang merupakan cikal bakal Internet,  para hacker dari berbagai universitas menemukan wadah  bersama di era 70-an. Kondisi ini semakin terbantu dengan kehadiran  Unix sebagai sistem operasi universal. Menariknya,  Unix dapat berjalan pada setiap komputer tanpa harus bergantung  pada jenis dan modelnya.  Ketika hacker di zaman ini masih meletakkan dasar untuk  mewujudkan dunia yang saling terhubung, seperti proyek Open  Source dan etika di Internet, technicfreaks lainnya justru memanfaatkan  bakat yang dimiliki untuk tujuan yang kurang mulia.  Contohnya, John T. Draper asal Amerika Serikat yang lebih  dikenal sebagai  Captain Crunch . Draper berhasil mengecoh  sistem telekomunikasi hanya dengan bantuan peluit mainan  yang terdapat dalam bungkus cereal  Cap n Crunch . 

Peluit ini  dapat menghasilkan dua nada, salah satunya memiliki frekuensi  2.600 Hertz. Dengan frekuensi tersebut, Draper dapat memanipulasi  sinyal data perusahaan telepon dan terhubung ke segala  penjuru dunia secara gratis. Pada tahun 1971, FBI mengambil  tindakan. Teknik ini dikenal sebagai  Phreaking . Teknik ini juga  pernah dilakukan pentolan Apple, Steve Wozniak dan Steve Jobs.  Aksi terkenal lainnya juga terjadi pada tahun 1983. Kevin  Poulsen yang saat itu berusia 17 tahun berhasil menyusup ke dalam  Arpanet yang dahulu hanya diperuntukkan bagi kalanganuniversitas,  perusahaan, dan militer. Kevin Poulsen juga berhasil  memanipulasi kompetisi radio dan memperoleh satu unit  Porsche. Pada tahun yang sama, muncul film berjudul WarGames  yang mengisahkan remaja yang sangat hobi dengan  komputer dan berhasil menyusup ke superkomputer milik angkatan  bersenjata Amerika Serikat (AS). Aksi remaja tersebut  hampir memicu perang nuklir.  Politik pun merespon, paling tidak di AS. Dengan diberlakukannya   Computer Fraud and Abuse Act  pada tahun 1986, aksi  hacking atau cracking pun resmi dilarang. Hasilnya, banyak  orang yang dipenjara walaupun tidak melakukan serangan.  Mereka hanya mencari popularitas, bukan uang. Contohnya, Kevin  Mitnick yang dijuluki  Condor . Pada awal 90-an, ia menjadi  buronan paling dicari karena melakukan kejahatan cyber. Ia  ditangkap pada tahun 1995 dan divonis lima tahun penjara. Setelah  itu, ia dilarang menggunakan telepon, komputer dan jaringan  data.  Kalau dahulu muncul gerakan  Free Kevin  untuk membebaskan  Mitnick, sekarang sepertinya sulit terjadi demikian. Cyberspace  sekarang ini begitu unimaginable. Jarang sekali muncul  tokoh terkenal dalam dunia ini. Kasus pendiri WikiLeaks, Julian  Assange memang pengecualian. Selain itu, komunitas hacker  masih terpecah-pecah. Ada pengelompokan hacker putih (White  Hats), hacker hitam (Black Hats) bahkan abu-abu (Grey Hats). Istilah   hacker  pun masih diperdebatkan. Di dalamnya masih banyak  dibingungkan dengan istilah Cracker, Scriptkiddie, Neophyte,  Elite Hacker, ataupun Hacktivist.  Untuk kelompok yang terakhir, termasuk pula grup seperti  Anonymous dan LulzSec. Kelompok ini lebih bernuansa politis  dan ingin menunjukkan bahwa komunitas hacker tidak pernah  ada. Hacker  old established  sering mengkritisi serangan dan  aksi kelompok ini, terutama Distributed Denial of Service Attack(  DDoS) yang menghambat akses ke beberapa website. Kritik tersebut  menyatakan bahwa membatasi Internet bukanlah spirit  awal hacker ataupun perjuangan menuju Internet yang bebas.
Posted by Unknown on Jumat, 02 Agustus 2013 - Rating: 4.5
Title : Unix: Dasar hacking modern
Description :  Common spirit, sebuah bahasa slang mulai berkembang di Massachusetts  Institute of Technology (MIT) sejak tahun 1961. Dengandibangunnya  Ar...
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

0 Response to "Unix: Dasar hacking modern"

Posting Komentar

Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Adv

Copyright © 2012 Medi Komputer - All Rights Reserved