Common spirit, sebuah bahasa slang mulai berkembang di Massachusetts Institute of Technology (MIT) sejak tahun 1961. Dengandibangunnya Arpanet yang merupakan cikal bakal Internet, para hacker dari berbagai universitas menemukan wadah bersama di era 70-an. Kondisi ini semakin terbantu dengan kehadiran Unix sebagai sistem operasi universal. Menariknya, Unix dapat berjalan pada setiap komputer tanpa harus bergantung pada jenis dan modelnya. Ketika hacker di zaman ini masih meletakkan dasar untuk mewujudkan dunia yang saling terhubung, seperti proyek Open Source dan etika di Internet, technicfreaks lainnya justru memanfaatkan bakat yang dimiliki untuk tujuan yang kurang mulia. Contohnya, John T. Draper asal Amerika Serikat yang lebih dikenal sebagai Captain Crunch . Draper berhasil mengecoh sistem telekomunikasi hanya dengan bantuan peluit mainan yang terdapat dalam bungkus cereal Cap n Crunch .

Peluit ini dapat menghasilkan dua nada, salah satunya memiliki frekuensi 2.600 Hertz. Dengan frekuensi tersebut, Draper dapat memanipulasi sinyal data perusahaan telepon dan terhubung ke segala penjuru dunia secara gratis. Pada tahun 1971, FBI mengambil tindakan. Teknik ini dikenal sebagai Phreaking . Teknik ini juga pernah dilakukan pentolan Apple, Steve Wozniak dan Steve Jobs. Aksi terkenal lainnya juga terjadi pada tahun 1983. Kevin Poulsen yang saat itu berusia 17 tahun berhasil menyusup ke dalam Arpanet yang dahulu hanya diperuntukkan bagi kalanganuniversitas, perusahaan, dan militer. Kevin Poulsen juga berhasil memanipulasi kompetisi radio dan memperoleh satu unit Porsche. Pada tahun yang sama, muncul film berjudul WarGames yang mengisahkan remaja yang sangat hobi dengan komputer dan berhasil menyusup ke superkomputer milik angkatan bersenjata Amerika Serikat (AS). Aksi remaja tersebut hampir memicu perang nuklir. Politik pun merespon, paling tidak di AS. Dengan diberlakukannya Computer Fraud and Abuse Act pada tahun 1986, aksi hacking atau cracking pun resmi dilarang. Hasilnya, banyak orang yang dipenjara walaupun tidak melakukan serangan. Mereka hanya mencari popularitas, bukan uang. Contohnya, Kevin Mitnick yang dijuluki Condor . Pada awal 90-an, ia menjadi buronan paling dicari karena melakukan kejahatan cyber. Ia ditangkap pada tahun 1995 dan divonis lima tahun penjara. Setelah itu, ia dilarang menggunakan telepon, komputer dan jaringan data. Kalau dahulu muncul gerakan Free Kevin untuk membebaskan Mitnick, sekarang sepertinya sulit terjadi demikian. Cyberspace sekarang ini begitu unimaginable. Jarang sekali muncul tokoh terkenal dalam dunia ini. Kasus pendiri WikiLeaks, Julian Assange memang pengecualian. Selain itu, komunitas hacker masih terpecah-pecah. Ada pengelompokan hacker putih (White Hats), hacker hitam (Black Hats) bahkan abu-abu (Grey Hats). Istilah hacker pun masih diperdebatkan. Di dalamnya masih banyak dibingungkan dengan istilah Cracker, Scriptkiddie, Neophyte, Elite Hacker, ataupun Hacktivist. Untuk kelompok yang terakhir, termasuk pula grup seperti Anonymous dan LulzSec. Kelompok ini lebih bernuansa politis dan ingin menunjukkan bahwa komunitas hacker tidak pernah ada. Hacker old established sering mengkritisi serangan dan aksi kelompok ini, terutama Distributed Denial of Service Attack( DDoS) yang menghambat akses ke beberapa website. Kritik tersebut menyatakan bahwa membatasi Internet bukanlah spirit awal hacker ataupun perjuangan menuju Internet yang bebas.
Title : Unix: Dasar hacking modern
Description : Common spirit, sebuah bahasa slang mulai berkembang di Massachusetts Institute of Technology (MIT) sejak tahun 1961. Dengandibangunnya Ar...