Internet seperti dua sisi mata uang. Di satu sisi, ia membuka jendela wawasan yang lebih luas bagi penikmatnya. Tapi, di sisi lain, dampak negatif yang datang dari Internet begitu banyak dan beragam. Bagi anak-anak, ancaman dari jagat maya ternyata begitu mengkhawatirkan. Selain kekhawatiran soal maraknya konten berbau pornografi, Internet bisa membahayakan keselamatan anak-anak. Tahukah Anda bahwa 96 persen anak-anak (berusia 10- 17 tahun) telah terpapar pengalaman negatif saat mengakses Internet. Itulah hasil riset yang dilakukan oleh Symantec dalam program Norton Online Family Report 2010 di Indonesia. Responden riset yang digelar selama April itu adalah 499 orang dewasa yang berusia 18 tahun ke atas, termasuk 102 orang tua yang memiliki anak berusia 10-17 tahun. Lalu responden lain adalah 112 anakanak (berusia 10-17 tahun). Menurut Effendy Ibrahim, Norton Internet Safety Advocate and Norton Business Lead untuk Asia, hal negatif yang menimpa anak-anak antara lain pornografi, teks berbau seksual, virus komputer, orang asing, dan pelecehan. Hal yang menyedihkan, ternyata hanya 76 persen orang tua yang mengetahui hal tersebut, katanya. Artinya, hanya satu dari tiga orang tua di Indonesia yang tahu apa saja yang diakses anakanaknya saat menjelajahi Internet di rumah. Hal ini sejalan dengan kesimpulan 36 persen anak-anak bahwa mereka menyadari orang tua mereka tak menaruh perhatian atas kegiatan anak-anak itu di Internet. Lalu sebanyak 75 persen anakanak merasa mereka sudah lebih aman dan lebih berhati- hati ketimbang orang tua mereka. Penyebabnya, mereka berhadapan dengan orang tua yang ketinggalan informasi alias gagap teknologi. Menurut Effendy, orang tua sebetulnya bisa menetapkan aturan- aturan tersendiri bagi putra-putrinya saat mengakses Internet. Norton sendiri memiliki layanan bernama Online Family, yang bertindak seperti peranti lunak Parental Control.

Bedanya, kata Effendy, Norton Online Family memungkinkan terjadinya komunikasi yang intensif antara anak dan orang tua. Anak-anak tahu bahwa orang tua sedang mengawasi mereka dan orang tua akan terdorong untuk menjalin komunikasi dengan anakanaknya, katanya. Norton Online Family menyediakan pengelolaan aturan demi aturan secara mudah. Pengaturan bisa berupa pembatasan situs-situs apa saja yang bisa diakses anak, pengaturan user ID dan password untuk tiap anak, pembatasan waktu akses Internet, sampai pembatasan pengunduhan. Sistem akan mengirim notifikasi berupa e-mail kepada orang tua apabila anak-anaknya melanggar pengaturan tersebut. Dari sini orang tua mestinya menjalin dialog dengan anak-anaknya soal mengapa aturan tersebut dilanggar, kata Effendy.
Title : Melindungi Anak di Dunia Maya
Description : Internet seperti dua sisi mata uang. Di satu sisi, ia membuka jendela wawasan yang lebih luas bagi penikmatnya. Tapi, di sisi lain, dam...