SATA memiliki 3 generasi yang masing-masing memiliki kelebihan tersendiri, namun tentunya semakin baru generasinya, maka semakin lebih baik juga teknologi yang diterapkan.
Generasi pertama dari SATA disebut juga dengan SATA 1.5 Gbit/s. Namun begitu SATA generasi pertama ini hanya memiliki transfer rate sebesar 1.2 Gbit/s. Pada saat mechanical harddisk sudah bisa mencapai kecepatan hingga 131 MB/s, dan untuk fl ash drive berkecepatan hingga 201 MB/s untuk transfer data. SATA generasi pertama belum mendukungnya, dikarenakan keterbatasan troughput yang dimiliki.
Generasi kedua SATA disebut juga dengan SATA 3 Gbit/s atau SATA II dimana device yang menggunakan standar ini memiliki troughput sampai dengan 300 MB/s. Penamaan SATA II atau SATA 2 sendiri tidak langsung terjadi karena untuk keperluan marketing, maka SATA 3 Gbit/s diubah menjadi SATA II atau SATA 2 oleh SATA-IO. SATA II ini meskipun memiliki kecepatan transaksi yang lebih tinggi dibanding pendahulunya, namun ia memiliki kendala kompatibilitas, terutama untuk backward. Memang SATA II didesain untuk backward compatibility dengan SATA generasi pertama, dengan cara menurunkan bandwidth sesuai dengan bandwidth SATA 1.5 GB/s. Namun kenyataannya, SATA generasi pertama ada beberapa yang tidak memiliki SATA speed negotiation. Sehingga Anda harus secara manual men-setting device SATA II melalui bantuan jumper, itu pun jika disediakan device yang bersangkutan. Beberapa chipset yang bisa dijadikan contoh tidak mendukung backward compatibility adalah VIA VT8237 dan VT8237R southbridge, dan VIA VT6420, VT6421A dan VT6421L standalone SATA controller. Chipset SiS 760 dan 964 chipset juga memiliki problem yang sama, namun masih bisa terselamatkan dengan cara melakukan update driver ROM controller tersebut.

Terakhir adalah generasi ketiga dari SATA yang disebut SATA 6 Gbit/s. SATA-IO juga mengubah nama dari SATA 6 Gbit/s ini menjadi SATA III atau SATA 3.0 untuk menghindari ketidaksinkronan nama dengan pendahulunya, yaitu SATA II. Memang pengembangan ini ditujukan untuk meningkatkan performa dari pelayanan video streaming, dan sedikitnya gangguan pada saat pertukaran data. Kabel juga menjadi lebih panjang, menjadi 1 meter. Ini harus dibayar dengan daya tinggi yang dibutuhkan untuk SATA III tersebut. Tidak lain untuk menyuplai kemampuan chipset dalam meningkatkan kecepatan SATA III. SATA III bisa menggunakan kabel dan konektor generasi lama atau sebelumnya. Dan yang paling menggembirakan adalah SATA III sudah backward compatibily dengan SATA II, dengan tidak diperlukannya jumper-jumper atau update driver ROM pada device dan chipset. mSATA sendiri juga termasuk dalam kategori generasi ketiga ini. Device yang menggunakan standar SATA generasi ketiga memiliki troughput sampai dengan 500 MB/s
Title : Generasi SATA
Description : SATA memiliki 3 generasi yang masing-masing memiliki kelebihan tersendiri, namun tentunya semakin baru generasinya, maka semakin le...