• L3
  • Menu Kiri 1
  • Menu Kiri 2
  • Menu Kanan 1
  • Menu Kanan 2

Medi Komputer

tutorial komputer service merakit laptop dan cara merawat komputer

  • Home
  • Tutor Seo
    • Meta
    • Do follow
    • Generator
    • Alexa
    • Friendly
    • Rangking
    • Search Engine
    • Traffic
    • Sitemap
    • Bing
    • Google
    • Webmaster
    • Pengunjung
    • Google Panda
    • Pengunjung
  • Template
    • Blogger
    • Wordpress
    • Joombla
    • Magazine
    • Template Seo
    • By Kolom
    • Template Toko
  • Widget
    • Sidebar
    • Alexa
    • Iklan
    • Pasang
  • Gadget
    • Harga
    • Android
    • Blackberry
    • Samsung
    • Iphone
    • Nokia
    • Imo
    • Symbian
    • Tablet
    • Smartphone
    • Sony
  • Trik Gratis
    • Internet Gratis
    • Inject
    • SSH
  • Operator
    • Telkomsel
    • Indosat
    • Smartfren
    • Three 3
    • Axis
    • Modem
    • Paket
  • Laptop
    • Thosiba
    • Axio
    • Asus
    • Acer
    • Lenovo
    • Apple
    • Dell
  • Materi Kampus
    • Kampus
    • Teknik Informatika
    • Sistem Informasi
    • Belajar PHP
    • Belajar Database
    • Belajar Sql
    • Belajar Program
    • Belajar Algoritma
    • Belajar Binary
    • Belajar HTML
    • Belajar Java Script
    • Belajar Sql
    • Belajar CSS
    • Belajar Jquery
    • Belajar Praggaming
    • Belajar CMS
    • Belajar Sql
    • Bab Kuliah
    • Materi Kuliah
    • Skripsi
Home » hikmah » Nyeleneh » Manusia pertama berada di Indonesia

Manusia pertama berada di Indonesia


Oppenheimer mengambil ancang-ancang sejak 20.000 tahun silam. Ketika paparan sunda masih ada, ketika ketinggian laut masih 150 meter dibawah permukaan laut jaman sekarang. Ketika perlahan-lahan suhu bumi memanas, es di kedua kutub bumi mencair dan menyebabkan naiknya permukaan air laut, sehingga timbul banjir besar. Penelitian oseanografi menunjukan bahwa di Bumi ini pernah tiga kali terjadi banjir besar pada 14.000, 11.000, dan 8.000 tahun yang lalu. Banjir yang terakhir adalah peristiwa yang menyebabkan kenaikan permukaan air laut hingga setinggi 8-11 meter dari tinggi permukaan asalnya. Banjir tersebut mengakibatkan tenggelamnya sebagian besar kawasan Paparan Sunda hingga terpisah-pisah menjadi pulau-pulau yang kini kita kenal sebagai Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali.

Oppenheimer mengemukakan bahwa saat itu, kawasan Paparan Sunda telah dihuni oleh manusia dalam jumlah besar. Karena itulah, menurutnya, hampir semua kebudayaan dunia memiliki tradisi yang mengisahkan cerita banjir besar yang menenggelamkan sebuah daratan. Kisah-kisah semacam banjir Nabi Nuh as, olehnya dianggap sebagai salah satu bentuk transfer informasi antar generasi manusia tentang peristiwa mahadahsyat tersebut.

Menurut Oppenheimer, setelah terjadinya banjir besar tersebut, menusia mulai menyebar ke belahan bumi lainnya. Oppenheimer menyatakan bahwa hipotesisnya ini disokong oleh rekonstruksi persebaran linguistik terbaru yang dikemukakan Johanna Nichols. Nichols memang mencoba mendekonstruksi persebaran bahasa Austronesia. Sebelumnya, Robert Blust (linguis) dan Peter Bellwood (arkeolog) menyatakan bahwa persebaran bahasa-bahasa Austronesi a berasal dari daratan Asia ke Formosa (Taiwan) dan Cina Selatan (Yunnan) sebelum sampai ke Filipina, Indonesia, kepulauan Pasifik dan Madagaskar. Nichols menyatakan konstruksi yang terbalik di mana bahasa-bahasa Austronesia menyebar dari Indonesia-Malaysia ke kawasan-kawasan lainnya dan menjadi induk dari bahasa-bahasa dunia lainnya.

Oppenheimer berkeyakinan bahwa penduduk Malaysia, Sumatera, Jawa, dan Kalimantan dewasa ini adalah keturunan dari para penghuni Paparan Sunda yang tidak hijrah setelah tenggeamnya sebagian kawasan tersebut. Dengan kata lain, ia hendak mengemukakan bahwa persebaran manusia di dunia berasal dari kawasan ini.

Pendapatnya ia perkuat dengan mengemukakan analisa tentang adanya kesamaan benda-benda neolitik di Sumeria dan Asia Tenggara yang diketahui berusia 7.500 tahun. Kemudian ciri fisik pada patung-patung peninggalan zaman Sumeria yang memiliki tipikal wajah lebar (brachycepalis) ala oriental juga memperkuat hipotesis tersebut.

Oppenhimer juga yakin bahwa tokoh dalam kisah Gilgamesh yang dikisahkan sebagai satu-satunya tokoh yang selamat dari banjir besar adalah karakter yang sama dengan Nabi Nuh as dalam kitab Bible dan Qur’an yang tak lain adalah karakter yang berhasil menyelamatkan diri dari banjir besar yang menenggelamkan paparan Sunda. Legenda Babilonia tua mengisahkan pula kedatangan tujuh cendekiawan dari timur yang membawa keterampilan dan pengtahuan baru. Kisah yang sama terdapat pula di dalam India kuno di Hindukush. Varian legenda semacam ini pun ternyata tersebar di kepulauan Nusantara dan Pasifik.

Oppenheimer lebih lanjut mengemukakan bahwa kisah yang serupa dengan kisah penciptaan Adam dan Hawa serta pertikaian Kain dan Abel (Qabil dan Habil) ternyata dapat ditemukan di kawasan Asia Timur dan Kepulauan Pasifik. Misalnya orang Maori di Selandia Baru, menyebut perempuan pertama dengan nama ‘Eeve’. Kemudian di Papua Nugini, kisah yang serupa dengan Kain dan Abel ada dalam wujud Kullabop dan Manip. Tradisi-tradisi di kawasan ini juga mengemukakan bahwa manusia pertama di buat dari tanah lempung yang berwarna merah.

Atas dasar berbagai hipotesis tersebut pula, Oppenheimer meyakini bahwa Taman Eden yang disebut-sebut dalam Bible ada di Paparan Sunda. Berbicara tentang Hipotesis Oppenheimer ini, saya juga jadi teringat salah satu ayat dalam Kitab Genesis yang dengan jelas menyebut bahwa Eden ada di Timur. Mungkinkah Taman Eden memang berlokasi di Indonesia? Dan Manusia Pertama pun ditempatkan Tuhan di Indonesia?
Posted by Unknown on Senin, 23 Agustus 2010 - Rating: 4.5
Title : Manusia pertama berada di Indonesia
Description : Oppenheimer mengambil ancang-ancang sejak 20.000 tahun silam. Ketika paparan sunda masih ada, ketika ketinggian laut masih 150 meter dibawa...
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

0 Response to "Manusia pertama berada di Indonesia"

Posting Komentar

Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Adv

Copyright © 2012 Medi Komputer - All Rights Reserved